Thursday, December 9, 2010

Kabar Gembira Itu Bernama Alutsista

Satuan tempur Penerbad awal tahun depan akan kedatangan 6 Heli bongsor sangar dari jenis Mi17 buatan Rusia, itu kata berita di minggu kedua Desember 2010. Padahal baru saja satuan ini menerima 3 Heli Tempur dari jenis Mi35 buatan Rusia sebulan lalu. Penerbad memang sedang mengembangkan aumannya dengan menambah kekuatan menjadi lima skuadron tempur. Satuan udara TNI AD ini sekarang sudah memliki 5 Heli Mi35, 6 Heli Mi17, dan lebih 30an Heli jenis lain yang tersebar di Pusat Skuadron Ahmad Yani Semarang dan Pondok Cabe. Penerbad masih akan memperkuat taringnya dengan menambah minimal 5 Heli Mi35 dan 24 Heli jenis Bell. Itu semua akan terealisir dalam waktu dekat. Sebaran skuadron bertambah dengan mengalokasikan 1 skuadron heli tempur di Berau Kaltim dan 1 skuadron lagi di Baturaja Sumsel.

TNI AD telah diperkuat dengan 154 Panser Anoa buatan Pindad, memastikan akan diperkuat dengan kendaraan lapis baja IFV (Infantry Fighting Vehicle) dari Korea Selatan, jumlahnya untuk tahap pertama 22 biji, kemudian juga sedang menunggu kehadiran 50 Panser Canon hasil kerjasama Pindad dan Korsel. Kostrad sedang membangun divisi baru di Sulawesi, Maluku dan Papua dengan kekuatan 15.000 prajurit. Saat ini Kostrad memiliki 2 divisi dengan kekuatan 35.000 pasukan. Kalimantan telah dimekarkan menjadi 2 Kodam yang berarti ada penambahan batalyon tempur. Setidaknya ada 5 batalyon baru yang sudah jadi untuk memperkuat batalyon eksisting di Kalimantan. Batalyon-batalyon tempur TNI AD tak lama lagi akan diperkuat satuan rudal berjarak tembak 150-200 km hasil karya anak bangsa yang telah dilitbangkan selama 5 tahun terakhir. Kalau kita melihat tampilan kesatrian TNI AD apakah itu berlabel Kostrad, Kopassus, Kodam saat ini, semuanya memberikan warna cerah dan gagah, cermin dari kesiapan operasional baik tempur maupun kemanusiaan.

Marinir TNI AL baru saja mendapat mainan baru yang ‘menggemaskan’ dengan kedatangan 17 tank tempur amphibi paling gress dan mengentarkan juga dari Rusia. Kedatangan BMP-3F ini menambah kekuatan tempur Marinir setelah mendapat hibah 10 LVT Amphibi dari Korea Selatan beberapa bulan lalu. Sangat dimungkinkan BMP-3F ini akan ditambah lagi sampai mencapai 100 unit dalam 3 tahun ke depan.

TNI AL sedang berbenah total menuju kekuatan tempur dengan 274 KRI. Saat ini sudah tersedia ready for use sebanyak 154 KRI dari berbagai jenis. PAL kebagian order Light Fregat PKR kerjasama dengan Schelde Belanda, proyeksi PKR yang dibuat akan mencapai 10 unit. Kapal Cepat Rudal (KCR) akan dijadikan salah satu striking force dengan kekuatan mencapai 100 KRI. Saat ini sudah ada sebanyak 35 unit sebagian sudah dipasangi rudal C802 atau C705. Galangan kapal dalam negeri baik Fasharkan TNI AL maupun swasta mendapat pekerjaan untuk membuat 27 Kapal Cepat Rudal termasuk dari jenis Trimaran. PT PAL mendapat order pembuatan 11 Landing Ship Tank, integrasi sistem tempur 30an KRI termasuk pemasangan rudal Yakhont, C802 dan C705. PT PAL segera merampungkan 1 LPD pesanan terakhir dari paket 4 LPD yaitu KRI Banda Aceh.

Untuk pengadaan kapal selam, sudah ada persetujuan anggaran dari DPR dengan mendatangkan 4 kapal selam. Proyek alutsista strategis ini sejatinya yang paling ditunggu oleh korps TNI AL Diharapkan bulan Pebruari 2011 sudah ada kepastian dari negara mana kapal selam itu didatangkan. Rusia diprediksi akan menjadi pemasok 4 kapal selam itu bisa dari jenis Kilo atau Amur. 2 Kilo sebenarnya sudah masuk dalam paket Kredit Ekspor Rusia sebesar US$ 1,1 Milyar. Petinggi TNI AL pernah mengatakan bahwa TNI AL memerlukan kapal selam dari jenis herder, dan itu artinya hanya kapal selam Kilo atau Amur yang memenuhi syarat dibandingkan buatan Korsel. .Saat ini TNI AL punya 2 kapal selam buatan Jerman, salah satunya yaitu KRI Nanggala masih dioverhaul di Korsel dan akan selesai Semester I tahun 2011.

Indo Defence Nopember lalu juga menghasilkan cahaya kinclong bagi TNI AU. Indonesia memesan sejumlah rudal berbagai jenis paling mematikan untuk arsenal Sukhoi. Kemudian sign pembelian 8 Super Tucano dari Brazil sebagai order tahap pertama dari rencana beli 16 Super Tucano. Kementerian Pertahanan juga sedang mempersiapkan pembelian tahap ketiga untuk 6 Sukhoi lengkap dengan persenjataannya sehingga Sukhoi dari jenis SU27/SU30 akan menjadi 1 skuadron lengkap (16 unit).

Masih untuk pengawal kedirgantaraan, TNI AU sedang mengkaji hibah 24 pesawat tempur F16 dari AS bersama opsi yang lain yaitu beli baru sebanyak 6 unit F16 blok52, serta mengupgrade 10 F16 eksisting menjadi F16 blok52. Semua sedang dalam proses namun bahasa tubuh TNI mengisyaratkan TNI AU menginginkan hibah 24 F16 itu diambil, syukur-syukur beli yang 6 itu juga parallel sehingga kita akan memiliki 40 pesawat tempur F16.

TNI AU juga sedang memproses pengadaan pesawat latih mengganti Hawk Mk53. Calon kuatnya adalan Yak 130 dari Rusia dan T-50 dari Korea Selatan. Diharapkan triwulan pertama 2011 sudah ada keputusan untuk pesan sebanyak 16 unit. Kita memprediksi Yak 130 akan menjadi pilihan karena pesawat made in Rusia lebih bernilai garansi dibanding dari Korea selatan.

Dalam Renstra 2010-2014 TNI AU juga mempersiapkan pengganti pesawat tempur F5E. Tiga kontestan sedang bertarung yaitu SU35 Rusia, Gripen Swedia dan JF17 China-Pakistan. Sukhoi SU 35 boleh jadi menjadi pilihan tepat jika kita menganalisis keinginan Menhan Purnomo yang arahnya adalah keluarga Sukhoi akan menjadi tulang punggung kekuatan TNI AU.

TNI AU juga sedang mempersiapkan kedatangan pesawat UAV semester I -2011 sebanyak 2 skuadron baik dari jenis fixed wing maupun rotary wing. Pekanbaru dan Pontianak yang juga menjadi markas skuadron Hawk100/200 (36 unit) akan menjadi rumah bagi skuadron UAV namun karena sifatnya sangat mobile dan ringan pesawat jenis ini bisa dipindahkan ke sejumlah trouble spot di tanah air. Sementara itu skuadron angkut berat TNI AU tengah mengupayakan penambahan minimal 10 Hercules Second dari berbagai jenis dan diharapkan akhir tahun depan sudah datang sehingga kekuatan Skuadron ini mencapai 35 unit.

Seabreg kabar gembira yang bernama alutsista itu dipersembahkan untuk TNI agar kedaulatan NKRI bisa ditegakkan dengan gagah perkasa bukan gagah gemulai. Aura panen raya alutsista sudah mulai terasa saat ini dengan kedatangan berbagai jenis arsenal canggih. Panen raya itu akan semakin terasa pada tahun-tahun mendatang dengan kehadiran sejumlah besar arsenal yang sudah dipesan baik dari industri hankam dalam negeri maupun dari negara lain. Bisa kita sebut disini : Untuk TNI AU 16 Super Tucano, 24 F16, 16 Yak130, 6 Sukhoi, 10 Hercules, 8 EC Cougar, 3 Super Puma, 6 C17 Spartan, 400-450 Rudal Hanud Titik, 40-50 Rudal Hanud Area, 3 pesawat intai strategis. Untuk TNI AL 4 kapal selam, 3 PKR Light Fregat, 27 KCR (Kapal Cepat Rudal), 11 LST, 12 Heli anti kapal selam, 8 CN235 MPA, rudal Yakhont, C802 dan C705. Sementara TNI AD mendapat 100 kendaraan lapis baja roda rantai IFV dari Korsel dan Jerman, 50 Panser Canon, 200-250 rudal anti tank, 50-55 battery arhanud titik, 5 Heli tempur MI35, 25 Heli tempur Bell, 100 Howitzer artileri, 200 roket NDL, 800 roket Rhan dan 150 rudal Lapan Pindad.

Itu semua akan tercapai dalam renstra TNI 2010-2014. Duitnya berjumlah 150 trilyun rupiah berasal dari APBN, Kredit Ekspor dan Pinjaman Bank Dalam Negeri. Inilah sebuah awal dari pembangunan kekuatan TNI untuk mecapai MEF (Minimum Essential Force). Pembangunan kekuatan ini akan terus berlanjut sampai tahun 2024 dimana saat itu kita sudah punya alutsista strategis yaitu 60 pesawat tempur KFX, 120 Sukhoi, 12-14 kapal selam, 340 KRI, Ribuan rudal surface to surface jarak tembak 300-500 km, ribuan rudal surface to air. Tidak usah menunggu tahun 2024 karena tahun 2014 kita sudah mampu membusungkan dada sembari mengatakan : ini dadaku mana dadamu. Dan tiba-tiba saja beberapa jiran yang ada dlingkungan RT ASEAN bilang pada sebuah arisan RT: Sudah pantaslah abang Indonesia pimpin kami sebagai Ketua RT tak pakai periode. Kami juga tak nak klaim-klaim lagi. Suka-suka abanglah, kata Pakcik dari tanah seberang sambil membungkukkan badan.

*******
Jagvane / Pengamat Alutsista
9 Desember 2010
Source: www.kompasiana.com
Related Post :


No comments:

Post a Comment